Gempa dirasakan M2.6 - Pusat gempa berada di darat 23 km Tenggara Larantuka
Judul *Gempa Ringan M2,6 di Lantakian: Sejarah dan Dampak bagi Penduduk Sehari‑hari* Berita Pada 21 April 2026, gempa bumi dengan kekuatan 2,6 derajat dirasakan di darat, sekitar 23 km tenggara Larantuka. Meskipun skala kecil, gempa ini masih terasa kuat hingga tingkat II‑III di beberapa kabupaten seperti Adonara dan Solor. Pusat gempa berlokasi di kedalaman 11 km, koordinat -8,45 ° LS dan 123,12 ° BT, yang menunjukkan daerah ini berada di jalur tektonik aktif di wilayah Pulau Lembata. Larantuka sendiri memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah pada masa kolonial Belanda. Kota ini terkenal dengan arsitektur warisan dan kearifan lokal yang kuat. Sejak zaman dulu, masyarakat Lantakian telah menyesuaikan diri dengan kondisi geologi yang bergejolak, sehingga mereka sering menyiapkan peralatan darurat dan melakukan latihan evakuasi. Meskipun gempa ini tidak menimbulkan kerusakan besar, warga tetap berhati-hati. Penanganan cepat dan kebijakan pencegahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah membantu meminimalkan risiko bagi penduduk. Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi generasi muda yang masih belajar cara merespons kejadian alam.
Gempa dirasakan M2.6 - Pusat gempa berada di darat 23 km Tenggara Larantuka Waktu: 21 Apr 2026 11:18:30 WIBMagnitudo: 2.6Kedalaman: 11 kmLokasi: Pusat gempa berada di darat 23 km Tenggara LarantukaKoordinat: -8.45,123.12Lintang/Bujur: 8.45 LS 123.12 BTDirasakan: II-III Adonara, II-III Solor
0 comments:
Posting Komentar