Program makan bergizi gratis sering digadang-gadang sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun, sebuah ilustrasi yang beredar menggambarkan kontras tajam antara janji program dan realitas di lapangan. Gambar tersebut menyiratkan kritik sosial yang kuat tentang ketimpangan, penyalahgunaan anggaran, dan pencitraan kebijakan publik.
Gambaran Visual yang Sarat Pesan
Dalam ilustrasi tersebut, terlihat dua situasi berbeda dalam satu ruangan.
Di sisi kiri, anak-anak sekolah duduk rapi dengan ekspresi polos dan penuh harap. Makanan di hadapan mereka tampak sederhana dan sangat minim. Ekspresi wajah mereka menunjukkan kebingungan dan kekecewaan.
Di sisi kanan, beberapa pejabat duduk di meja mewah dengan hidangan berlimpah seperti ayam panggang, buah-buahan, dan makanan lengkap lainnya. Mereka terlihat tertawa dan menikmati suasana. Di belakang mereka terdapat tulisan “Menu Makan Bergizi Sangat Gratis” serta tumpukan uang bertuliskan “Biaya Koordinasi”.
Kontras ini menjadi inti pesan dari ilustrasi tersebut.
Kritik terhadap Penyalahgunaan Anggaran Program Makan Bergizi
Salah satu makna utama gambar ini adalah sindiran terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran. Program makan bergizi gratis seharusnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah. Namun, ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa sebagian dana justru dinikmati oleh pihak tertentu.
Istilah “biaya koordinasi” dalam gambar memperkuat pesan bahwa anggaran bisa saja terpotong oleh birokrasi sebelum benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
Ketimpangan Sosial dalam Kebijakan Publik
Ilustrasi ini juga mencerminkan ketimpangan sosial. Anak-anak sebagai simbol masyarakat kecil digambarkan menerima bagian yang jauh dari kata layak, sementara pihak berkuasa menikmati fasilitas mewah.
Pesan ini relevan dengan isu ketidakadilan distribusi bantuan sosial, di mana kebijakan yang terlihat baik di atas kertas tidak selalu terealisasi dengan adil di lapangan.
Pencitraan vs Realita Program Makan Gratis
Tulisan “makan bergizi gratis” dalam ilustrasi tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk pencitraan. Program diumumkan dengan narasi positif dan janji besar, tetapi pelaksanaannya belum tentu sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
Ilustrasi ini mengajak publik untuk lebih kritis dalam melihat kebijakan, tidak hanya dari slogan, tetapi juga dari dampaknya secara nyata.
Pentingnya Transparansi dan Pengawasan Anggaran
Agar program makan bergizi gratis benar-benar efektif, diperlukan:
Transparansi dalam pengelolaan anggaran
Pengawasan ketat dari lembaga terkait
Partisipasi masyarakat dalam kontrol sosial
Evaluasi berkala terhadap kualitas dan distribusi makanan
Tanpa itu, kebijakan sosial berisiko menjadi sekadar alat politik dan pencitraan.
Berikut link-link bersangkutan :
https://web.facebook.com/share/r/14WQixdbPQM/
https://web.facebook.com/share/r/1HXKwzAugD/
berikut foto foto netizen :