Gen-Z Hobi Ngopi Susah Punya Properti | Kabar Siang
Gen-Z Hobi Ngopi Susah Punya Properti | Kabar Siang
KABAR SIANG - Jakarta. Isu kepemilikan properti di kalangan Generasi Z semakin sering dibahas. Sebuah narasi yang kini viral di masyarakat menyebutkan bahwa gaya hidup konsumtif, khususnya hobi membeli kopi di kafe kekinian, menjadi salah satu penyebab utama generasi muda sulit memiliki rumah atau apartemen.
Benarkah Demikian?
Mari kita bedah. Pengeluaran rutin untuk secangkir kopi seharga puluhan ribu rupiah setiap hari, jika diakumulasikan selama setahun, memang bisa mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah. Jumlah ini, secara teori, bisa menjadi modal awal atau uang muka pembelian properti jika diinvestasikan.
Namun, para ahli ekonomi dan perencana keuangan mengingatkan bahwa masalahnya tidak sesederhana itu. Ada faktor fundamental yang sering luput dari perhatian:
Kesenjangan Harga Properti vs. Pendapatan: Harga properti, terutama di kota-kota besar, melambung jauh lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan rata-rata pendapatan atau upah minimum regional (UMR).
Ketidakpastian Lapangan Kerja: Gen-Z juga dihadapkan pada tantangan stabilitas karier dan gaji yang mungkin tidak secepat generasi sebelumnya.
Kesimpulannya, meskipun manajemen keuangan pribadi, termasuk membatasi pengeluaran gaya hidup seperti "ngopi", sangat penting, menyalahkan hobi ngopi sebagai satu-satunya biang keladi kesulitan punya properti adalah terlalu menyederhanakan masalah ekonomi yang lebih kompleks.
Diperlukan solusi yang komprehensif, mulai dari literasi finansial yang lebih baik untuk Gen-Z, hingga kebijakan pemerintah dan peran pengembang dalam menyediakan properti yang lebih terjangkau.
Simak pembahasan pada video berikut. Klik tautan untuk menonton langsung.
Tonton di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=uFM8iGPFzaE

0 comments:
Posting Komentar