Demam Penanaman Modal PLTS Dunia Merembet ke RI?

Posted by creator on Rabu, September 17, 2025 with No comments

Demam Investasi PLTS Dunia Merembet ke Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA — RI berada di tengah pusaran tren kenaikan penanaman modal inisiatif energi terbarukan global.

Meski menjadi salah satu destinasi favorit penanaman modal hijau Tiongkok, sang pemimpin global transisi energi, penambahan daya tampung EBT di lokal masih tertinggal di kawasan.

Laporan BloombergNEF dalam 2H 2025 Renewable Energy Investment Tracker menunjukkan bahwa penanaman modal global dalam inisiatif baru energi terbarukan mencapai rekor US$386 miliar pada paruh pertama 2025.

Angka ini naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Inisiatif pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), baik skala utilitas maupun kecil, secara kumulatif mendominasi besaran penanaman modal.

Namun, pembiayaan segmen PLTS skala utilitas secara spesifik berada di level terendah sejak 2006.BNEF mencatat penanaman modal pada pembangkit listrik tenaga surya skala utilitas mengalami koreksi terdalam, turun 19% dibandingkan paruh pertama 2024.

Pasar yang mengalami penurunan penanaman modal terbesar secara tahunan mencakup Tiongkok daratan, Spanyol, Yunani, serta Brasil.

: RI Posisi Teratas Benefisiari Penanaman Modal Hijau Tiongkok, Nilai Inisiatif Tembus US$1.107 Triliun Meski demikian, penanaman modal pada inisiatif tenaga surya skala kecil menutup koreksi yang dialami pembiayaan untuk inisiatif besar.

Pertumbuhan ini didukung oleh sifat penanaman modal yang lebih cepat direalisasikan, sehingga bisa beroperasi sebelum implementasi aturan baru yang berpotensi menekan pemasukan.

Sebagai contoh, penanaman modal tenaga surya skala kecil di Tiongkok daratan naik hampir dua kali lipat secara tahunan, sementara instalasi tenaga surya skala utilitas anjlok 28% menjelang perubahan regulasi yang merakit pembangkit terbarukan terekspos pada volatilitas banderol listrik.

Tren penanaman modal global pada inisiatif energi hijau turut terlihat di RI.Terlebih dengan status RI sebagai penghuni teratas negara sasaran penanaman modal hijau perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Laporan lain yang dirilis Net Zero Industrial Policy Lab dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa akumulasi penanaman modal hijau yang diinvestasikan di RI hingga awal 2025 mencapai 71 inisiatif, dengan nilai kumulatif US$67,87 miliar atau sekitar Rp1.

107 triliun (asumsi kurs Rp16.314 per dolar AS).



Sumber: Bisnis