Balita Muntah Cacing Terjadi Lagi di RI, Eks Pejabat WHO Soroti Hal Ini

Posted by creator on Rabu, September 17, 2025 with No comments

Balita Muntah Cacing Terjadi Lagi di RI, Eks Pejabat WHO Soroti Hal Ini

Jakarta - Viral balita 1 tahun 8 bulan di Seluma, Bengkulu, dilaporkan cacingan.Cacing tersebut bahkan sudah keluar dari bagian mulut serta hidungnya, saat dirawat di rumah sakit.

Balita bernama Khaira ini teridentifikasi mengeluarkan cacing gelang serta kini harus menjalani perawatan intensif.

Larva cacing juga ditemukan berada di bagian paru Khaira.Kasus Khaira mengingatkan sejumlah orang pada insiden kematian balita di Sukabumi yang meninggal pasca ditemukan sekitar 1 kilogram cacing pada tubuhnya.

Menurut Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, kasus kecacingan semacam ini seharusnya sudah bisa diberantas di usia kemerdekaan RI ke-80.

WITH CONTENT Munculnya laporan kecacingan juga disebutnya tak hanya menggambarkan persoalan satu maupun dua kasus, tetapi menunjukkan potensi banyaknya kejadian serupa di sejumlah wilayah.

"Perlu penanganan yang menyeluruh dari hulu sampai hilir, yang didasari dengan analisa mendalam tentang kenapa kasus kecacingan kok masih bermunculan di 80 tahun kemerdekaan bangsa kita ini," tutur Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9/2025).

: Viral Cacing Keluar dari Mulut-Hidung Balita Bengkulu, Ada Larva di Paru-parunya Prof Tjandra merinci sedikitnya tiga isu yang terjadi di balik kecacingan pada anak RI.

"Kecacingan ini merupakan tergolong penyakit tropik terabaikan, jadi kita yang abai.Kedua bahwa kasusnya juga berhubungan dengan defisit gizi pada anak RI, artinya isu gizi memang ada di tengah anak-anak sekitar kita," beber dia.

Selanjutnya, persoalan pelayanan rumah sakit dalam melakukan operasi atau pembedahan untuk cacing di perut.

Artinya, menurut dia, diperlukan penguatan kapasitas pelayanan kesehatan rumah sakit untuk isu kesehatan seperti kecacingan.

"Berita media menyebutkan bahwa kasus pada anak di Bengkulu ini merupakan karena cacing gelang, atau nama latinnya Ascaris lumbricoides.

Disampaikan lima hal tentang cacing ini, sebagaimana tercantum dalam laman CDC Amerika Serikat." Cacing gelang berukuran cukup besar.

Pada cacing betina dewasa antara 20 hingga 35 cm, sementara cacing jantan dewasa antara 15 hingga 30 cm.

Hal ini dinilai menyedihkan lantaran cacing dengan ukuran tersebut berada pada usia anak yang masih balita RI.

Sementara seekor cacing betina dapat menciptakan sekitar 200 ribu telur per hari, yang dikeluarkan bersama feses.

"Tentu kasihan sekali kalau anak-anak harus ada ratusan ribu telur cacing dalam tubuhnya." "Kemudian menjadi larva serta lalu dalam tubuh si anak maka larva itu melalui sirkulasi sistemik dapat masuk ke paru-paru.

Larva matang lebih lanjut di paru-paru sampai 10 hingga 14 hari," sorotnya menyoal komplikasi yang bisa terjadi.

: Lagi!



Sumber: Detik Health