5 Hal soal Musim Hujan Datang Lebih Awal di RI

Posted by creator on Minggu, September 14, 2025 with No comments

5 Hal soal Musim Hujan Datang Lebih Awal di Indonesia

Jakarta - Lembaga Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di RI akan datang lebih awal pada tahun ini.

Kondisi ini berbeda dari biasanya.Penjelasan ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers, Jumat (12/9) yang lalu.

Ia menyebut sebagian wilayah RI sudah mulai diguyur hujan sejak Agustus lalu serta akan meluas dalam beberapa bulan ke depan.

Prediksi ini menjadi peringatan sekaligus peluang.Di satu sisi, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir serta longsor perlu diantisipasi.

Di sisi lain, musim hujan yang lebih cepat bisa dimanfaatkan sektor pertanian untuk menggenjot produktivitas.

WITH CONTENT : Musim Hujan 2025 Diprediksi Datang Lebih Awal, Ini Penjelasan BMKG Dimulai September-November Dwikorita Karnawati menyampaikan, awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah RI.

Berdasarkan kelaziman 699 Zona Musim (ZOM), terdapat 294 ZOM atau 42,1 persen yang diperkirakan mengalami musim hujan lebih cepat dari biasanya.

"Musim hujan diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026, dengan puncak hujan yang bervariasi, sebagian besar terjadi pada November-Desember 2025 di Sumatera serta Kalimantan, serta Januari-Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, serta Papua," ujar Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Sebanyak 79 ZOM diprediksi sudah memasuki musim hujan pada September 2025, disusul 149 ZOM pada Oktober, serta 105 ZOM pada November.

Sementara itu, sebagian kecil wilayah diperkirakan baru memasuki musim hujan lebih lambat.Faktor Pemicu Datang Lebih Awal Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, faktor global serta regional turut memengaruhi percepatan musim hujan tahun ini.

Pada Agustus 2025, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) tercatat dalam kondisi netral, sehingga tidak memberi pengaruh signifikan.

Namun, Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase negatif, menandakan pasokan uap air tambahan dari Samudra Hindia ke RI, khususnya bagian barat.

Selain itu, suhu muka laut di sekitar perairan RI juga lebih hangat dari rata-rata, yang mendorong terbentuknya awan hujan lebih intensif.

IOD negatif diperkirakan bertahan hingga November 2025, sementara ENSO netral akan berlangsung hingga akhir tahun.

: BMKG Ungkap Fenomena 'Hujan Sebulan Turun dalam Sehari' di Bali Potensi Ancaman Hidrometeorologi BMKG memperkirakan sifat hujan pada periode 2025/2026 umumnya normal.

Namun ada 193 ZOM atau 27,6 persen wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, serta Papua.

"Kondisi ini perlu diwaspadai karena menggenjot potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang," kata Dwikorita.



Sumber: Detik News