Popularitas menjadi senjata andalan para elite Politik

Politik

Sekitar 2 bulan mendatang pesta politik di Indonesia akan digelar, tepatnya bulan April 2014. Merupakan penentuan siap saja yang akan menduduki kursi di legsilatif dan sekaligus sebagai wakil rakyat.

Meskipun pelaksanaan pemilihan calon legislatif masih lama, namun sudah banyak para caleg-caleg melakukan promosi diri alias kampanye, mereka menggunakan berbagai cara untuk menarik simpati hati rakyat agar bisa memilih dirinya pada saat pemilihan nanti.

Namun selama beberapa kali pemilihan caleg, saya pribadi mengamati tingkah dan perilaku para elite politik dalam rangka untuk memenangkan calon kadernya agar bisa mendapat jatah kursi di Pemerintahan yang sekaligus sebagai wakil rakyat. Mereka para elite politik menggunakan berbagai cara baik dengan memasang spanduk-spanduk, iklan di media massa dan bahkan ada yang memberi bantuan kepada daerah yang sedang dilanda bencana.

Bila diamati dari waktu ke waktu, saya dulu sering mendengar adanya politik uang, dimana calon leglislatif memberikan sejumlah uang kepada masyarakat di daerah yang menjadi wilayah atau masa yang mendukung caleg tersebut dengan harapan memilih dirinya pada saat pencoblosan.

Akan tetapi seiring dengan waktu dan juga semakin cerdiknya masyarakat dalam menyikapi hal tersebut, maka berangsur-angsur politik uang semakin hilang dengan sendirinya, hal ini dikarenakan taktik licik yang dilakukan oleh para elite politik tersebut sudah tidak mempan.

Dasar yang namanya politik maka apapun akan dilakukan demi tercapainya tujuan mereka yakni memenangkan sebuah pemilihan yang tentunya memiliki saingan antar partai.

Setelah tidak mempan lagi dengan politik uang, maka sebuah politik baru dan hasilnya sungguh dapat menyedot aspirasi rakyat, politik popularitas adalah sebagai senjata andalan para elite politik dalam rangka memenangkan persaingan para pesaingnya.

Politik popularitas adalah sebuah cara mengambil simpati masyarakat dengan menggunakan orang yang sudah memiliki popularitas di masyarakat, misalnya saja Artis, Penyanyi, Pelawak dan lain-lain yang mungkin sebagian orang sudah mengenal mereka.

Menurut saya politik popularitas hingga saat ini masih berjalan lancar, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya para artis yang digandeng elite politik untuk ikut mencalonkan diri menjadi wakil rakyat.

Karena hal tersebut diatas maka saya membuat tulisan ini dengan judul ” Popularitas menjadi senjata andalan para Politik”. Sekali lagi ini hanya opini saya, bagaimana menurut anda?